Wednesday, May 3, 2023

JURNAL REFLEKSI (PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN I)

 

Nama Matakuliah

Praktik Pengalaman Lapangan I

Review pengalaman belajar.

Pada Praktik pengalaman lapangan merupakan matakuliah yang ditempuh untuk mengembangkan dan memperkuat kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik profesional di sekolah. Proses mengemban kemampuan mengajar kami sebagai calon guru dengan menerapkan prinsip yang diajarkan oleh Ki Hadjar Dewantara aitu niteni (mengamati), nirokke (menirukan), dan nambahi (mengembangkan). Pengalaman praktik mahasiswa PPG dirancang sebagai proses perbaikan berkelanjutan melalui format lesson study dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif.

Secara umum, PPL bertujuan agar mahasiswa PPG memiliki pengalaman nyata dan kontekstual dalam menerapkan seperangkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dapat menunjang tercapainya penguasaan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi penguasaan materi bidang studi secara utuh.

  1. Terampil mengidentifikasi karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah secara mandiri dan bertanggungjawab
  2. Mampu mengevaluasi secara kritis karakteristik peserta didik, lingkungan belajar, dan pelaksanaan pembelajaran di sekolah, secara kolaboratif dengan teman sejawat, guru sekolah, kepala sekolah, dan dosen pembimbing
  3. Terampil memecahkan masalah pembelajaran yang dihadapi guru di sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah
  4. Terampil menyusun rencana pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang akan dicapai dengan mengadaptasi karakteristik peserta didik, lingkungan belajar serta tahapan belajar yang sesuai dengan karakteristik bidang ilmu dan teknologi yang dilakukan secara kolaboratif dengan teman sejawat, guru pamong, dan dosen pembimbing)
  5. Terampil melakukan praktik pembelajaran secara terbimbing sesuai dengan RPP yang disusun secara bertanggungjawab dengan mengedepankan nilai etika profesi guru
  6. Terampil melakukan penilaian hasil belajar (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) peserta didik sesuai dengan prinsip-prinsip penilaian

Asesmen PPL dititik beratkan pada kemampuan mahasiswa dalam berefleksi terhadap praktik pengajarannya. Refleksi bukan sekedar mengingat atau berpikir tentang apa yang telah dilakukan, namun diawali dengan kesadaran dan pemahaman terhadap sebuah problem/dilema dalam pengajaran dan pembelajaran. Kegiatan refleksi diawali dari mengidentifikasi problem/dilema secara kritis dan membuatnya menjadi eksplisit, menganalisis permasalahan, menemukan solusi-solusi secara kreatif, serta melakukan tindak lanjut untuk memperbaiki pembelajaran secara berkesinambungan.

Orientasi PPL I

Mata kuliah sekaligus kegiatan PPL 1 ini diawali dengan kegiatan orientasi yang dilaksanakan di sekolah mitra tempat saya melaksanakan tugas yakni SMA N 3 Gorontalo. Pada kegiatan untuk mengenalkan berbagai hal terkait mendapatkan gambaran umum terkait kondisi sekolah baik dari segi peserta didik, guru dan tenaga pendidik, serta sarana dan prasarana, sekolah, di antaranya manajemen pendidikan yang berlaku di sekolah tersebut, kultur sekolah serta berbagai kegiatan ekstra kurikuler dan kegiatan non akademik lainnya yang diterapkan di sekolah. Kegiatan orientasi dilakukan pada hari pertama dilaksanakannya PPL I di sekolah dan orientasi PPL diberikan oleh Kepala Sekolah atau Penanggungjawab PPL PPG Prajabatan di sekolah.

Adapun kesulitan, hambatan, tantangan dan solusi yang di hadapi pada saat orientasi PPL I

Kesulitan dan Hambatan

  • belum mengenal semua tenaga pengajar 
  • belum mengetahui keadaan dan letak kelas
  • sulit memahami maksud perkataan karena bahasa yang berbeda

Tantangan

  • harus mengenal guru-guru yang ada di sekolah
  • harus pandai berkomunikasi dengan baik
  • harus menghafal letak kelas dan laboratorium yang ada di sekolah

Solusi

  • menyapa guru yang ada di sekolah dan menanyakan nama guru tersebut
  • sering berinteraksi dengan guru dan siswa disekolah
  • sering berjalan-jalan untuk menghafal letak sekolah 

 

Observasi PPL I

Setelah kegiatan orientasi kemudian kami melakukan kegiatan observasi terhadap sekolah, kegiatan ini dipandu dengan lembar-lembar observasi yang telah disediakan pada proses perkuliahan PPL 1 ini dimana untuk mendapatkan data-data yang diperlukan kami melakukan pengamatan secara langsung juga melakukan wawancara terhadap pihak-pihak yng terlibat seperti kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, tenaga kependidikan, bendahara, guru pamong, OSIS, dan lain sebagainya. Data-data ini kemudian kami tuangkan dalam bentuk satu bentuk laporan hasil observasi sebagai bentuk analisis data mahasiswa terhadap kondisi sekolah. Kegiatan observasi dan sayaan laporan ini penting oleh sebab hal merupakan salah satu semangat yang dibawah pemerintah terhadap program PPG Prajabatan yakni induksi guru pemula yang dinilai merupakan hal yang penting dilakukan oleh seorang guru di sekolah yang baru.

Faktor penghambat pelaksanaan observasi

Dalam pelaksanaan observasi pastinya ada faktor penghambat yaitu dalam memahami lembar observasi karena di dalamnya ada masih ada pertanyaan yang menimbulkan penafsiran ganda.

Faktor pendukung pelaksanaan observasi

·         Komunikasi dengan guru pamong dan dosen pembimbing lapangan baik, sehingga observasi dapat dilakukan dengan baik

·          Sekolah dan guru-guru yang bersangkutan dengan sasaran observasi menerima baik dan membantu kami dalam melaksanakan observasi

·         Kekompakan dan kerja sama dengan teman-teman observer saling membantu dan saling mengingatkan membuat observasi dapat berjalan lancar

Hal baru yang saya pelajari dari observasi PPL I yaitu sebelum melakukan pembelajaran guru harus mengetahui dan mengobeservasi sekolah yang akan ditempati mengajar semaksimal mungkin kondisi yang ada, baik mengenai sarana pembelajarannya ataupun fasilitas yang lain. Saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, yaitu merasakan terjun langsung kedalam dunia kerja, sebagai calon guru profesional dengan mengamati terlebih dahulu karakteristik peserta didik, lingkungan belajarnya, manajemen sekolah, rancangan modul ajar yang digunakan hingga proses pelaksanaan pembelajarannya.

Asistensi Mengajar

Kegiatan selanjutnya daripada rangkaian kegiatan PPL ini ialah kegiatan asistensi mengajar, dimana pada kegiatan ini kami mahasiswa bertugas sebagai asisten teradap guru pamong dalam melakukan pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan ini penting sekaligus bermakna bagi saya oleh karena menjadi asisten pembelajaran yang sekaligus mengamati kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pamong saya kemudian mendapatkan gambaran tentang bagaimana melakukan pembelajaran yang baik terutama pada implementasi kurikulum merdeka. Dalam melaksanakan kegiatan asistensi mengajar dengan membantu guru pamong dalam beberapa hal berikut :

·         Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

·         Menyiapkan bahan ajar, media pembelajaran, serta alat evaluasi

·         Melaksanakan pembelajaran di kelas atau diluar kelas, misalnya membantu guru pamong mengatur kelompok belajar

·         Membagikan lembar kerja peserta didik dan mengkoreksi hasil tes peserta idik

Kami melakukan semua kegiatan asistensi mengajar dan membuat dokumentasi kegiatan dan mencatat yang di lakukan pada saat asistensi. Kegiatan terakhir yang dilakukan pada saat setelah asistensi mengajar adalah refleksi dan Menyusun rencana tindak lanjut mengenai yang harus di kerjakan dalam pembelajaran terbimbing

Pembelajaran Terbimbing

Setelah melakukan kegiatan asistensi mengajar, mahasiswa kemudian diberikan kesempatan untuk melakukan pembelajaran di dalam kelas sebagai guru model dengan sistem pembelajaran termbimbing atau dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing lapanan (DPL). Menarik dan bermaknanya kegiatan ini oleh karena dilaksanakan dengan menggunakan format lesson study selama tiga siklus. Melalui format lesson study ini, yang dengan tahapan plan do see, proses pembelajaran yang dilakukan oleh saya menjadi lebih terarah dan berorientasi pada perbaikan pembelajaran oleh sebab setiap akhir pembelajaran yang dilakukan oleh saya selalu dilaksanakan kegiatan refleksi baik itu bersama teman sejawat, guru pamong maupun bersama-sama dengan DPL.

Pada tahapan Perencanaan/plan kami menysusun perangkat pembelajaran yaitu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model PBL, media pembelajaran yang akan digunakan seperti PPT dan Video pembelajaran, Bahan Ajar dan Asesmen yang digunakan serta pembagian kelas  

Pada tahapan Pelaksanaan/do, pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelumnya. Pembelajaran dilaksanakan menggunakan model PBL dimana peserta didik di ajak untuk menyelesaikan masalah kontekstual sesuai dengan topik yang dipelajari, proses pembelajaran diamati oleh observer.

Pada tahapan Refleksi/see, kegiatan refleksi dilaksanakan dengan memberikan kesempatan pada guru model dan observer untuk menyampaikan hasil pengamatannya selama proses pembelajaran. Refleksi difokuskan pada pola-pola interaksi antara peserta didik dengan guru, antara sesama peserta didik dan interaksi antara peserta didik dengan media pembelajaran. Refleksi juga dilakukan untuk memberikan saran kepada guru model untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

Refleksi

Kegiatan pembelajaran terbimbing dilakukan selama tiga siklus dimana setiap siklus dilaksanakan dengan menggunakan format lesson study. Langkah-langkah lesson study menjadi penting bagi saya oleh sebab setiap tahapannya membantu saya untuk dapat merencanakan dan melaksananakan pembelajaran dengan baik serta selalu berorientasi pada perbaikan pembelajaran. Seperti misalnya pada tahap plan yang diisi dengan kegiatan mahasiswa merancangan rencana pembelajaran yang nantinya, rancangan tersebut akan didiskusikan bersama guru pamong. Kegiatan ini menjadi penting bagi saya, karena melalui kegiatan ini saya belajar banyak tentang tata cara pembuatan perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam melaksanakan pembelajaran, seperti perancangan modul ajar dan LKPD.

Tahapan see atau pelaksanaan juga tak kalah penting oleh sebab pada tahap pelaksanaan ini, saya sebagai guru model kemudian selama pembelajaran dibantu oleh teman sejawat dan guru pamong serta DPL yang berperan sebagai observer terlebih khusus terhadap perilaku peserta didik selama pembelajaran. Hingga akhirnya hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer ini masing-masing akan dituangkan pada kegiatan refleksi yakni tahap see pada lesson study. Tahap ini sangat penting menurut saya oleh karena hasil refleksi yang didapatkan akan menjadi sebuah bahan dasar untuk melakukan perbaikan pembelajaran pada siklus yang selanjutnya. Dan berdasarkan tahapan-tahapan inilah kemudian saya belajar dan berproses untuk benar-benar menjadi seorang guru

Analisis artefak pembelajaran

Analisis Artefak

Link Artefak

 

Artefak yang saya lampirkan diatas merupakan sebuah perangkat pembelajaran yang dirancang dan digunakan saya pada pelaksanaan pembelajaran terbimbing sikus III yang diantaranya berisi RPP, LKPD, bahan ajar, dan bahan presentasi. Materi yang menjadi bahan dasar penyusunan perangkat tersebut ialah materi determinasi seks. Adapun model pembelajaran yang saya gunakan ialah model pembelajaran problem based learning dengan metode diskusi oleh karena itu dalam proses pembelajarannya peserta didik akan melakukan diskusi  terkait dengan persilangan determinasi seks dengan dipandu oleh petunjuk LKPD yang telah saya susun sebelumnya dan termuat pada LKPD.

Penggunaan model pbl ini merupakan hasil diskusi bersama degan guru pamong, karena pada materi tersebut dibutuhkan diskusi untuk penyelesaian masalah selai itu peseta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

 

 

Pembelajaran bermakna (good practices)

Kegaitan PPL 1 bagi saya merupakan sarana terbaik di dalam perkulian PPG Prajabatan ini untuk mendapatkan sebuah pembelajaran bermakna, oleh sebab kegiatan PPL 1 ini merupakan praktek langsung daripada apa yang selama ini saya dan mahasiswa lain dapatkan pada saat pembelajaran di kampus. Terdapat banyak hal bermakna yang saya dapatkan dari kegiatan PPL 1 ini, selain daripada yang telah saya jelaskan diatass, satu diantaranya ialah; pembuktian hipotesis saya bahwa sarana-prasarana, fasilitas, kepopuleran sekolah, hanyalah merupakan variabel pendukung pembelajaran adapun kunci keberhasilan utamanya ialah bagaimana proses pembelajaran itu berlangsung di dalam kelas. Hal ini saya kemukakan oleh karena, saya yang sebelumnya pernah menjadi salah seorang guru dengan status tenaga honorer pada salah satu sekolah di daerah asal saya yang sangat terbatas dalam variabel-variabel yang saya sebutkan diatas namun bagi saya kemampuan peserta didiknya tak kalah dengan kemampuan peserta didik yang saya ajarkan di sekolah tempat PPL 1 yang merupakan salah satu sekolah unggulan di daerah tersebut. Hal ini kembali menguatkan sebuah prinsip pendidikan saya yakni bahwa, “bukan tentang dimana kita bersekolah akan tetapi bagaimana kita bersekolah.”

 

JURNAL REFLEKSI (TEKNOLOGI BARU DALAM PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN)

 

 

Nama Matakuliah

 teknologi baru dalam pengajaran dan pembelajaran

Review pengalaman belajar.

Topik 1 :

Pengalaman belajar yang penulis dapatkan pada topik pertama mata kuliah teknologi baru dalam pengajaran dan pembelaaran yang membahas tentang perkembangan teknologi, media, dan pembelajaran ialah bagaiaman teknologi dan media ini terus berkembang seiring perkembangan zaman yang dimulai dari masuknya komputer pertama ke sekolah pada tahun 1970-an hingga saat ini. Pada topik ini penulis juga menelaah terkait dengan bagiaman perkembangan teknologi, media dan pembelajaran khsusnya di Indonesia pada saat sebelum dan setelah pandemi covid-19 yang dimana mengalami peningkatan signifikan setelah pandemi dengan pemberlakukan pembelajaran jarak jauh moda daring. Penulis juga membahas terkait dengan perkembagan teknologi, media dan pembelajaran dengan dikorelasikan terhadap karaktertik peserta didiik abad 21 dan generasi alpha yang lebih cenderung aktif dalam penggunaan teknologi dan menyukai pembelajaran yang berbasis IT.

Ø  Perkembangan TIK : pengalaman belajar yang saya dapatkan yaitu saya mengidentifikasi hardware dan software yang sering kita gunakan. Hardware: Laptop, cpu, Keyboard, mouse, monitor, flash disk, modem, printer dan speaker Software: Microsoft Office Word, Excel, PowerPoint, Google Chrome, Mozilla Firefox, Adobe Photoshop, Corel Draw, dan Aplikasi-aplikasi yang terinstal

Ø  Mengekplorasi penggunaan TIK dalam pembelajaran : pengalaman belajar yang saya dapatkan saya mendeskripsikan keampuan dan perangkat teknologi di sekitar saya tinggal yaitu di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.  wilayah Polewali Mandar teknologi dan akses internet sudah maju, bahkan pada saya SMA tahun 2013 saya tes masuk menggunakan moodle (e-learning) semua ujian telah berbasis online bahkan kami disekolah dibiasakan menggunakan akses internet dalam pembelajaran mencari materi yang ada di sekolah, guru tidak pernah melarang menggunkan internet untuk keperluan belajar. tugas-tugas bahkan keseharian kami selalu menggunakan akses internet. Namun ini hanya ada di sekolah saya, masih banyak daerah termasuk sekolah yang belum atau masih susah mengakses internet. pada waktu saya KKN berhubung saya KKN masih di wilayah Polman di sana sudah ada akses internet namun dirumah siswa tidak ada jaringan internet, untuk telpon seluler sehingga pada saat pandemi (2020) siswa kewalahan mencari jaringan hingga ke kebun-kebun bahkan hutan demi mendapatkan jaringan. itulah perbedaan yang sangat terlihat pendidikan di kota dan di desa.

Ø  Tahapan dalam mengadopsi dan menggunakan TIK : Terdapat beberapa tahapan dalam mengadopsi dan menggunakan TIK, yang terdiri dari Emerging (Muncul) yaitu sekolah memperkanalkan komputer, Applying (Menerapkan) denga mulai mengadaptasi kurikulum dalam rangka meningkatkan penggunaan TIK pada mata pelajaran yang berbeda,  Infusing (Menanamkan) Penanaman TIK pada semua aspek kehidupan profesional guru dengan cara seperti untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik dan pengelolaan pembelajaranTransforming (Transformasi) membawa guru melalui tingkat menanamkan ke titik di mana TIK adalah alat yang digunakan secara rutin untuk membantu pembelajaran sedemikian rupa sehingga sepenuhnya terintegrasi di semua kelas

Ø  Pemanfaatan Perangkat TIK dalam Pembelajaran Abad ke-21 aplikasi yang saya gunakan dalam belajar dan mengajar yaitu : word, canva, ppt, youtube, capcut, zoom, google meet, moodle dan masih banyak lagi sehingga saya dapat membuat tugas saya ataupun membuat perangkat dan media pembelajaran.

Ø  Dampak TIK di sekolah, pengajaran : dampak TIK di sekolah banyak sekali, yang pertama guru dapat membuat media pembelajaran yang baik, mengimput nilai dengan cepat, memperoleh bahan ajar, memudahkan dalam tes/ujian sudah tidak menggunakan kertas, siswa juga dapat memperoleh materi-materi yang beragam tidak terpaku dengan buku saja.

Ø  Istilah-istilah baru yang saya pernah mendengar istilah isilah TIK yaitu : 1) internet of Things (IoT) Penghubungan Perangkat Elektronik dengan akses internet 2) Big data Sekumpulan data yang memiliki volume atau ukuran yang sangat besar yang terdiri dari data yang terstruktur. 3) Cyber security adalah suatu aktivitas yang dilakukan agar bisa melindungi sistem komputer terhadap berbagai serangan ataupun akses yang ilegal. 4) Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang memperoleh penggabungan secara real-time terhadap digital konten yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata. 5) Virtual Reality (VR) adalah suatu teknologi yang memungkinkan seseorang dapat melakukan simulasi dengan menghadirkan visual dan suasana tiga dimensi

 

Topik 2 :

Topik yang kedua membahas tentang lingkungan belajar abad-21. Salah satu pangalaman belajar bermakna yang penulis dapatkan daripada pembehasaan opik ini ialah bagaimana lingkungan belajar pada era ini menghendaki terwujudnya guru dan peserta didik digital. Guru dan pesarta didik gigital disini yang dimaksudkan adalah bagaiamana di dalam pembelajaran diintegrasikan penggunaan teknologi dan media. Adapun media disini diklasifikasikan menjadi media berbentuk, teks, audio, visual, dan video. Selanjutnya dalam proses pembelajaran topik ini pula penulis diajak untuk mengidentifikasai teknologi, dan media yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang salah satunya ialah teknologi LCD-komputer yang dapat digunakan untuk menjadikan bahan presentasi dari media powerpoint.

 

Topik 3 :

Pengalaman belajar dan bermakna yang penulis peroleh daripada topik ketiga yang membahas tentang teknologi dan media untuk pembelajaran yang pertama ialah terkait dengan prinsip penggunaan teknologi yang efektif di dalam pembelajaran yang dimana salah satunya dapat dilakukan dengan guru bukan hanya menggunakan teknologi dan media akan tetapi juga membimbing peserta didik untuk dapat menggunakan atau memanfaatkan alat-alat tersebut seperti dalam hal pengumpulan informasi. Pengalaman belajar bermakna kedua yang penulis dapatkan ialah perihal model ASSURE yang merupakan langkah yang digunakan untuk memastikan pembelajaran berlangsung efektif yang terdiri atas Analyze (menganalisis peserta didik), State standards (merumuskan standard dan tujuan pembelajaran), Select Strategies and reseources (memilih strategi dan sumber belajar), Utilize resources (memanfaatkan sumber daya), Require learner participation (partisipasi peserta didik dalam pembelajaran), dan Evaluate and revisi (menilai dan merevisi pembelajaran).

 

Topik 4 :

Pemanfaatan perangkat digital, merupakan pokok bahasan pada topik keempat mata kuliah ini. Pengalaman belajar yang penulis dapatkan daripada proses pembelajaran topik ini berupa pemahaman bahwa pemanfaatan perangkat digital di dalam pembelajaran dapat merangsang peserta didik untuk aktif serta memperkaya pengaksesan informasi bagi peserta didik. Selain itu pengalam lainnya yang penulis temui pada topik ini ialah diskusi bersama kelompok teerkait dengan pernyataan bahwa teknologi bukanlah merupakan obat manjur untuk mengatasi masalah pendidikan yang mendapatkan kesimpulan bahwa hal ini disebabkan oleh karena masalah pendidika merupakan sebuah masalah kompleks yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki satau memanfaatkan salah satu variabel saja namun setidaknya pemanfaat teknologi di dalam pembelajaran dapat menjadi salah satu langkah progresif guna penyelesaian masalah tersebut. Terakhir pengalaman bermakna yang penulis perloleh ialah bagaimana merancangan pembelajaran yang mengintegrasikan penggunaaan perangkat digital di dalam prosesnya. Dimana penulis merancangan pembelajaran fisika dengan memanfaatkan media phet sebagai praktikum virtual yang diakses menggunakan komputer/laptop.

 

Topik 5 :

Topik kelima membahas tentang perangkat web dalam pembelajaran. Pengalaman belajar yang penulis dapatkan selama proses pembelajaran topik ini diantaranya adalah pengetahuan akan jenis-jenis web yang dapat digunakan di dalam pembelajarannya diantaranya ialah youtube, Wikipedia, facebook, teitter, instagram, dan yang paling bermakna bagi penulis ialah pengetahuan akan penggunaan web quiziz yakni sebuah web yang bisanya di gunkan untuk membuat kuis secara online. Selain daripada itu hal bermakna lainnya yang penulis peroleh dari pada pembelajaran pada topik ini ialah bagaimana membuat sebuah video pembelajaran yang pada akhirnya penulis mampu untuk membuat dua video pembelajaran terkait dengan materi fisika.

 

Topik 6 :

Pengalaman belajar dan bermakan yang penulis peroleh dari topik keenam pembelajaran mata kuliah ini yang terkait dengan pembelajaran jarak jauh selain daripada strategi dan media yang dapat digunakan ialah dalam pengimplementasianya seperti zoom, media sosial dll, yang paling utama ialah bagaimana menyusun sebuah rancangan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran yang penulis ampuh yakni mata pelajaran fisika.

 

Topik 7 :

Topik ketujuh sekaligus topik yang terakhir dari pembelajaran mata kuliah teknologi baru dalam pengajaran dan pembelajaran membahas tentang meningkatkan pembelajaran multimedia. Pengalaman belajar yang penulis dapakan dari proses pembelajaran topik ini diantaranya adalah salah satu fugnsi multimedia yang dapat mengkonstualkan hal-hal yang abstrak di dalam materi pelajaran agar peserta didik dapat secara langsung memiliki pengalaman terhadap materi tersebut. Adapun salah satu bentuk pemanfaatan multimedia dengan fungsi tersebut ialah lab virtual. Hal lain yang penulis dapatkan dari proses pembelajaran topik ini ialah terkait dengan literasi visual yang dimana merupakan kemampuan pengamatan seseorang terhadap hal-hal yang berbentuk visual seperti video. Dari pengalaman ini penulis memahami bahwa video dapa menjadi salah media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemapuan inkuiri peserta didik.

 

Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

Refleksi

Refleksi Topik 3

 

Kajian yang tak kalah penting daripada pembahasan tentang teknologi, media, dan pembelajaran menurut hemat penulis ialah terikait bagaiamana penggunaan teknologi, dan media di dalam pembelajaran mampu untuk dapat dimanfaatkan secara efektif. Untuk itu pula bagi penulis topik ketiga dari perkuliahan ini terkait dengan pembahasan teknologi dan media dalam pembelajaran khususnya pengunaan teknologi secara efektif di dalam pembelajaran yang dapat dilakukan dengan menggunakan model ASSURE merupakan topik yang penting oleh sebab dengan mengetahui model ini penulis dapat mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan agar penggunan atau pemanfaatan teknologi di dalam pembelajaran, fisika khususnya dapat berlangsung secara efektif. Adapun langkah yang penulis lakukan dalam mempelajari dan memperdalan pengetahuan terhadap model ASSURE ini ialah dengan membaca literasi terkait model tersebut pada halaman yang tersedia di eksloprasi konsep pembahsan topik ketika juga dengan mencari informasi lain dari sumber-sumber yang relevan. Hal ini penting dalam pematangan pemahaman penulis terhadap model ASSURE oleh sebab melalui kegiatan literasi mandiri ini penulis dapat memahami sintaks-sintaks yang perlu dilalui dalam pengaplikasian model ini yang tertuang didalam salah satu tugas perkuliahan penulis.

 

 

Analisis artefak pembelajaran

Analisis Artefak

Link Artefak

 

Artefak yang dilampirkan berupa gambar infografis penerapan model ASSURE pada pemanfaatan teknologi di mata pelajar fisika. Pada tahap Analyze Learners, analisis yang dilakukan penulis terhadap penulis ialah dengan memanfaatkan hasil tes diagnostik. Tahap State standards, ialah tahap dimana penulis merumuskan tujuan pembelajaran dimana pencapaiannya dilakukan dengan penggunaan media Phet yakni sebuah lab virtual. Selanjutnya pada tahap Select Strategies and reseources, atau pemilihan strategi penulis, menggunakan model pembelajaran inquiri hal ini oleh karena menurut hemat penulis model ini cocok untuk dipadankan dengan kegiatan praktikum. Utilize resources, penulis memanfaatkan handphone yang hampir semuanya dimiliki oleh peserta didik untuk dijadikan sebagai perangkat teknologi dalam memnggunakan media phet. Pada tahap Require learner participation, untuk menggiring peserta didik berpartisipasi dalam pembelajaran, penulis menyusun sebuah Lembar Kerja Peserta didik atau LKPD yang didalmanya juga berisi panduan untuk melaksanakan kegiatan praktikum. Evaluate and revisi atau tahap evaluasi pelaksanaan, penulis mendaptkan hasil bahwa tidak semua tipe handphone dapat dengan lancar menggunakan aplikasi phet, sehingga hasil ini akan menjadi bahan untuk melakukan revisi pelaksanaan model ASSURE.

 

Pembelajaran bermakna (good practices)

Pembelajaran bermakna yang penulis dapatkan daripada proses perkulihan mata kuliah teknologi baru dalam pengajaran dan pembelajaran ini diantaranya adalah penulis mampu untuk memanfaatkan teknologi dan media di dalam pembelajaran yang implentasinya penulis lakukan pada kegiatan pemebelajaran di sekolah tempat penulis melakukan praktek pengalaman lapangan. Pembelajaran bermakna lainnya ialah penulis mampu untuk dapat membuat sebuah video pembelajaran yang sebelum daripada perkuliahan ini, penulis menilai tidak punya kompetensi dalam hal pembuatan video. Penulis juga berkenalan dan kemudian dapat mengoperasikan situs-situs web yang dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran yang diantaranya ialah canva dan quiziz. Pada akhirnya pembelajaran bermakan yang penulis peroleh ialah untuk menjadi guru yang benar-benar professional sikap untuk mau belajar perlu terus ditanamkan terhadap insan seorang guru guna peningkaan kualitas pembelajaran yang salah satunya adalah belajar untuk dapat meanfaatkan teknologi dan media di dalam pembelajaran.

 

JURNAL REFLEKSI (PRINSIP PEMBELAJARAN ASESMEN YANG EFEKTIF)

 

Nama Matakuliah

Prinsip Pembelajaran Asesmen Yang Efektif

Review pengalaman belajar.

Pada matakuliah prinsip pembelajaran asesmen yang efektif ada 7 topik yang telah dipelajari

Topik 1 : Telaah perencanaan pembelajaran paradigma dan asesmen yang disusun oleh guru


Topik 2 : Merancang Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen yang efektif

Pengalaman-pengalaman mengesankan sekaligus bermakna yang Saya dapatkan pada topik satu berlanjut pada topik yang kedua. Pada topik awal berkenalan dengan istilah modul ajar kemudian diajak untuk membahas lebih dalam lebih dalam terkait dengan modul ajar ini sendiri sesuai dengan judul topik yang akan dipelajari yakni merancang perencanaan pembelajaran dan asesmen. Dalam merancang pembelajaran pembelajaran dan asesmen yang efektif mengacu pada prinsip pembelajaran sebagai berikut :

a.       Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.

b.      Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat

c.       Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.

d.      Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra

e.       Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Topik 3 : Telaah kesesuaian pembelajaran dengan tingkat capaian dan karakteristik peserta didik

Pengalaman belajar yang mengesankan sekaligus bermakna selanjutnya saya dapatkan pada topik yang ketiga pembelajaran mata kuliah ini terkait dengan telaah kesesuaian pembelajaran dengan tingkat capaian dan karakteristik peserta didik yang salah satunya adalah pada saat pengamatan pada salah satu video penerapan daripada pembelajaran yang sebagaimana dimaksudkan khususnya pembelajaran berdiferensiasi. Melalui proses ini kemudian saya mendapatkan satu gambaran yang kontekstual terkait dengan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di dalam pembelajaran yang sebelumnya konsepnya juga telah saya pelajari pada mata kuliah pembelajaran berdifensiasi itu sendiri. Dari pengalaman ini saya kemudian semakin menyadari korelasi antara mata kuliah-mata kuliah dengan pengimplementasian pembelajaran paradigma baru dalam kurikulum merdeka. Saya juga semakin menyadari akan semangat perubahan yang ingin disampaikan kementerian daripada peralihan kurikulum ini sendiri.

 

Topik 4 : Lingkungan Kelas yang Aman, Nyaman, dan Berpihak pada Peserta Didik

Pada topik keempat dengan pembahasan lingkungan kelas yang aman, nyaman, dan berpihak pada ekosistem pembelajaran, pengalaman berkesan yang saya dapatkan ialah saat pembahasan topik ini dimulai dengan pertanyaan pemantik berupa “mengapa perlu diciptakan lingkugan kelas yang sebagaimana disebutkan diatas?” Bagian ini berkesan bagi saya karena dengan begitu saya dapat menuangkan satu pengetahuan berdasarkan literasi saya terkait dengan konsep lingkungan belajar daripada KHD yakni kelas tiga dinding yang hakikatnya adalah agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik. Selanjutnya hal menarik yang saya dapatkan dari pada proses pembelajaran pada topik ini ialah, bahwa lingkungan kelas itu juga tidak hanya berbentuk fisik namun juga dalam bentuk psikis yang pada akhirnya pemenuhan unsur-unsur daripada keduanya dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar peserta didik. Salah satu unsur menarik bagi saya pada lingkungan psikis ialah  pelaksanaan hak dan kewajiban yang penuh tanggungjawab dari kedua belah pihak yakni guru dan peserta didik. Menarik bagi saya oleh sebab hal ini sering menjadi senjata andalan saya dalam melakukan pembelajaran di kelas ketika suasana kelas sedang tidak kondusif atau sekedar memberi penguatan sebelum memulai pembelajaran.

 

Topik 5 : Pelaksanaan Pembeljaran dan Asesmen yang Efektif

Pada topik yang kelima membahas tentang Pelaksanaan pembelajaran dan asesmen yang efektif. Pengalaman berkesan yang saya dapatkan pada proses pembelajarannya ialah pada saat pelaksanaan mikcroteaching dengan teman sejawat bertindak sebagai peserta didik di dalam kelas. Hal ini berkesan oleh karena, dari pelaksanaannya saya mendapatkan pengalaman tambahan dalam hal merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Meskipun sebelumnya saya pernah mengajar peserta didik dalam artian sesungguhnya akan tetapi mengajar teman sebaya sebagai peserta didik merupakan tantangan tersendiri bagi saya terutama dalam hal keseriusan. Pada akhirnya pengalaman belajar pada topik ini mampu menambah pengalaman yang akumulasinya berpengaruh terhadap keterampilan saya dalam melaksanakan pembelajaran dan asesmen di dalam kelas.  


 

 

Topik 6: Laporan Praktik Pembelajaran dan Asesmen

Pengalaman menarik dan bermakna yang saya dapatkan selanjutnya dari mata kuliah ini ialah perihal penyusunan laporan praktik pembelajaran dan asesmen yang efektif yang juga merupakan judul topik yang keenam. Bagian yang kemudian menjadi menarik dan bermakna adalah laporan itu sendiri oleh karena laporan ini merupakan hal yang baru bagi saya, sebelumnya belum pernah saya rancang atau dengar tentang laporan ini sendiri. Hingga pada akhirnya saya kemudian mengetahui substansi daripada laporan praktik pembelajaran dan asesmen efektif ini dan sistematika penyusunannya yang terbuat pada laporan praktik pembelajaran dan asesmen yang saya telah saya lakukan pada saat kegiatan PPL di sekolah mitra. Dari proses pembelajaran ini saya kemudian mampu untuk menyusun satu laporan yang meski tidak sempurna namun mampu melaporkan substansi-substansi yang diperlukan dalam sistematika sayaannya.

 

Topik 7 : Refleksi Terhadap Praktik Pembelajaran dan Asesmen

Pada topik yang terakhir yakni topik ketujuh yang membahas tentang refleksi terhadap paraktik pembelajaran dan asesmen pengalaman belajar sekaligus baru yang saya peroleh ialah bagaimana pelaksanaan refleksi itu sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa model. Hal ini penting bagi saya oleh karena dengan pengetahuan ini, saya lebih memiliki refensi yang lain dalam melakukan refleksi pembelajaran di dalam kelas. Dalam proses pembelajarannya juga, saya menyusun sebuah laporan refleksi sebagai bentuk refleksi dari pelaksanaan refleksi yang saya lakukan pada saat kegiatan refleksi PPL di sekolah mitra yang dalam proses penyusunannya mengingatkan kembali saya akan praktik-praktik baik telah saya lakukan di dalam kelas juga hal—hal yang perlu diperbaiki dan tingkatkan.


Refleksi pengalaman belajar yang dipilih

Refleksi Topik 1 Telaan Perencanaan Pembelajaran dan Asesmen yang disusun oleh guru

 

Topik ini memang judulnya ialah telaah perencanaan pembelajaran dan asesmen akan tetapi telaah yang dimaksudkan disini lebih dikhususkan kepada pembelajaran paradigma baru untuk itu sebelum melakukan telaah saya pada proses pembelajarannya dikenalkan dengan bagaimana itu pembelajaran paradigma baru, tentang poin-poin pentingnya yang salah satunya ialah terkait dengan profil pelajar Pancasila. Bagian inilah yang menurut saya penting pada topik ini oleh karena melalui proses pembelajaran tersebut saya kemudian mengetahui semangat daripada peralihan kurikulum menuju kurikulum merdeka yang dibawa dalam pembelajaran paradigma baru yang sebelumnya pengetahuan tersebut belum saya ketahui. Oleh

karena topik ini juga saya kemudian banyak mencari referensi-referensi dari sumber yang relevan tentang bagaimana pembelajaran pada kurikulum merdeka yang menjadi sedang aktual dalam dunia pendidikan Indonesia, selain daripada informasi yang tersedia pada pembahasan topik satu ini. Kegiatan-kegiatan pengumpulan informasi ini penting, bukan hanya sebagai pemenuhan tugas pada topik ini, akan tetapi agar akumulasi-akumulasi informasi yang saya peroleh dapat memberikan satu gambaran umum terkait bagaimana pengimplementasian kurikulum merdeka itu sendiri sebab hal ini merupakan modal wajib yang perlu saya miliki sebelum benar-benar mengabdikan diri sebagai seorang guru.

Analisis artefak pembelajaran

Analisis Artefak

Link Artefak

LK1

 

Artefak yang dilampirkan diatas berupa tugas lembar kerja dimana didalamnya terdapat beberapa pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab saya terkait dengan implementasi daripada kurikulum merdeka khususnya pada proses perencanaan pembelajaran dan asesmen. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya terkait dengan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, kemerdekaan penyusunan rancagan pembelajaran bagi guru, siklus pembelajaran paradigma baru, profil pelajar Pancasila, asesmen, serta tahap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

 

Pertanyaan-pertanyaan diatas kemudian menjadi pemantik bagi saya untuk kemudian menggali lebih dalam daripada implentasi kurikulum merdeka di dalam pembelajaran. Menggali lebih dalam terkait bagaimana gambaran kontekstual daripada pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik dimana salah-satu hal yang didapakan saya ialah pemaksimalan LKPD sebagai panduan peserta didik, pengganti peran guru agar peserta didik dapat belajar secara mandiri. Saya juga diajak untuk mendalami maksud daripada kemerdekaan perumusan rancangan pembelajaran dan asesmen bagi guru yang mengantarkan saya pada kesimpulan bahwa hal ini dilakukan oleh karena pembelajaran perlu dirancangan dan dilaksanakan dengan menyesuaikan karakteristik serta tingkat pengetahuan peserta didik oleh karena setiap anak memiliki kodrat yang unik sebagaimana petuah KHD apalagi dengan keberagaman sosial-budaya yang dimiliki oleh bangsa nusantara kita ini.

 

Saya juga mencermati bagaimana pelaksanaan siklus pembelajaran paradigma baru yang saling berkaitan antara satu sama lain yakni pemetaan standar kompetenasi, perencanaan proses pembelajaran dan perencanaan asesmen yang secara umum saya gambarkan bahwa analisis standar kompetensi diperlukan sebelum membuat rancangan pembelajaran atau orientasi dari rancangan dan kemudian pelaksanaan pembelajaran ialah hasil daripada analisis terhadap standar kompetensi. Rancangan dan pelaksanaan pembelajaran ini kemudian menjadi acuan dalam menyusun dan melaksanaan asesmen, dan lalu hasil asesmen menjadi bahan dasar dalam penganalisisan standar kompetensi pada pembelajaran selanjutnya dan begitulah siklus ini terus berlanjut. Berdasarkan artefak ini saya pula mencermati profil pelajar Pancasila yang telah dirumuskan oleh kementerian yang terdiri atas enam kompetensi.

 

Selanjutnya tak kalah penting pada artefak ini saya kemudian diarahkan untuk mendalimi terkait jenis-jenis asesmen terutama yang ditekankan pada implementasi kurikulum merdeka yakni asesmen of learning, for learning, dan as learning, dimana salah satu hal yang saya dapatkan ialah bagaimana pada pembelajaran paradigma baru assesmen for dan as learning lebih ditenkankan untuk dilakukan yang terangkum dalam asesmen formatif atau asesmen pada proses pembelajaran dengan tetap mengorientasikan perancangan dan pelaksanaannya pada tingkat capaian dan karakteristik peserta didik. Terakhir dari pertanyaan-pernyataan pemantik tersebut saya diarahkan untuk mencermati langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dan asesmen pada pembelajaran paradigma baru, yang membawa saya pada pengetahuan bahwa langkah tersebut dimulai dari analisis capain pempelajaran dan yang tak kalah penting adalah pengidentifikasian tingkat capaian dan karakterisitik peserta didik di dalam kelas yang akan dibelajarkan nantinya.

Pembelajaran bermakna (good practices)

Banyak hal yang saya dapatkan daripada pembelajaran mata kuliah prisip pengajaran dan asesmen efektif ini akumulasi-akumulasi dari hal tersebu kemudian terangkum dalam pengetahuan yang saya dapatkan tentang bagaimana pengimplementasian daripada kurikulum merdeka dalam pembelajara paradigma baru terutama terkait dengan pembelajaran dan asesmen. Dari proses yang saya lewati selama perkuliahan matakuliah ini saya kemudian mampu untuk merumuskan rancangan pembelajaran dan asesmen yang kemudian saya laksanakan pada saat kegiatan PPL di sekolah. Mendapatkan poin-poin penting yang perlu diperhatikan dalam perumusan dan pelaksananaanya dan hal ini bagi saya sangat bermakna oleh karena merupakan kewajiban daripada seorang guru. Mengingat kembali bahwa salah satu unsur dalam penciptaan lingkungan kelas yang mendukung ekosistem pembelajaran ialah pelaskanaan hak dan kewajiban dengan penuh tanggungjawab, maka sudah sepatnya bagi seorang guru terlebih khusus untuk saya agar dapat melaksanakan kewajiban ini dengan penuh tanggung jawab melalui proses-proses yang telah dijelaskan sebelumnya agar pula gelar guru professional yang nanti akan diperoleh setelah akhir masa perkuliahan ini bukan hanya menjadi penambahan penyematan gelar samata akan tetapi menjadi cerminan daripada pelaksanaan kewajiaban yang penuh tanggungjawab dari seorang guru.

 

MODUL AJAR IPA KELAS VIII

PDF