Berbagi praktik baik dan tugas-tugas yang telah dibuat selama PPG Prajabatan, semoga dapat menjadi referensi untuk menyelesaikan study
Tuesday, September 24, 2024
Tuesday, November 14, 2023
Eksplorasi Konsep, Topik 9 COMPUTATIONAL THINGKING
01.04. Lembar Kerja Mahasiswa
Eksplorasi Konsep, Topik 9
|
Nama: |
Muhammad
Adhan Pangumpia |
|
NIM: |
1206123004 |
|
Fondasi
CT dalam membuat program tebak angka |
Dekomposisi: Mengidentifikasi
fungsi setiap tools code pada program Algoritma: Mencoba
membuat program tebak-tebakan angka dengan mengikuti tutorial di youtube Pengenalan
pola: Mengetahui
warna-warna serta fungsi setiap tools code guna membuat program tebak-tebakan
angka Abstraksi: Mengeliminasi
tools code yang tidak dibutuhkan dalam pembuatan program tebak-tebakan angka |
|
Program
Scratch saya |
|
Demonstrasi Kontekstual Topik 8 Computational Thingking
SEL.09.2-T8-5 Demonstrasi Kontekstual
|
Target jenjang kelas yang diajar : XI Mata pelajaran : Fisika |
||
|
Nama/NIK anggota kelompok : 1. Muhammad Adhan Pangumpia/1206123004 2. Nur Ainun Fadhilah Idris/1205122008 |
||
|
Rancangan
Kegiatan Siswa |
||
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskan solusi
yang anda harapkan dari kegiatan siswa yang anda rancang! |
Melalui
praktikum interaktif Phet, peserta didik dapat merumuskan persamaan
kontinuitas yakni
|
|
2. |
Jelaskan konsep
CT yang digunakan dalam menyelesaikan kegaiatan yang anda rancang (jika ada) |
Dekomposisi: Mengidentifikasi fungsi masing-masing fitur Pengenala pola: Setelah mengetaui fungsi masing-masing
fitur, kita mengtaui fitur apa saja yang dapat digunakan dalam masing-masing
percobaan Abstraksi: Mengeliminasi vitur-vitur yang tidak
digunakan pada masing-masing percobaan Algortma: Menyusun langkah kerja berdasarkan LKPD Pemodelan dan simulasi: melakukan percobaan dengan dengan pemodelan
pengujian terhadap hubungan antar masing-masing variabel secara terpisah.
Kemudian melakukan simulasi terhadap masing-masing model tersebut. |
Koneksi Antar Materi, Topik 9 COMPUTATIONAL THINGKING
Lembar Kerja Mahasiswa
Koneksi Antar Materi, Topik 9
|
Nama: |
Nur
Ainun Fadhilah Idris |
|
NIM: |
1205122008 |
|
Apa
keterkaitan CT dengan pemograman Scratch |
Tools
code pada program Scratch, mempunyai fungsinya masing-masing yang juga
dilengkapi dengan warna-warna yang berbeda pada setiap jenis fungsi
toolesnya. Proses pengidentifikasian tools code tersebut erat kaitannya
dengan fondasi CT atau metode berpikir CT oleh sebab dengan mampu
mengidentifikasi fungsi dari masing-masing tools tersebut, maka seseorang
akan mengenali pola-pola dalam proses pembuatan ssebuah program, sehingga
baik dalam membuat program apapun ia dapat dengan mudah membuat codenya oleh
sebab tools-nya telah ia kenali, begitujuga dengan urutan-urutannya. Ini
membuat proses pengkodean sebuah program akan berjalan lebih efektif dan
efisien serta optimal sebagiaman tujuan akhir daripada metode berpikir CT itu
sendiri. |
|
Bagaimana pemrograman dengan Scratch dapat
membantu proses pembelajaran di kelas, sesuai dengan bidang mata pelajaran
yang Anda ajar? |
Peserta
didik dapat dengan mudah untuk dapat mehami sebuah konsep serta hubungan
antar variabel-variabel yang terkandung didalam sebuah materi misalnya
peserta didik dapat membedakan hewan-hewan invertebrata dan vertebrata
melalui game edukatif. hal ini dapat meningkatkan kemampuan kognitif
peserta didik juga dapat meningkatkan motivasi belajar dan semangat belajar
sehingga kelas menjadi aktif |
Tuesday, October 24, 2023
DESAIN INVENSI/INOVASI PEMBELAJARAN DAN RENCANA TINDAK LANJUT
"STEM WEEK : Penerapan Model Pembelajaran PJBL Berbasis STEM dengan Mengintegrasikan Compitational Thingking (CT) dan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Materi Bioteknologi"
|
Pengalaman yang paling
bermakna (best practise) |
Bagi penulis, pengalaman yang
paling bermakna yang didapatkan selama proses perkulihan semester ini ialah
pengalaman pada proses pembelajaran mata kuliah computational thingking
(disingkat CT). CT sendiri merupakan proses atau metode berpikir dalam
memformulasikan persoalan atau menyusun strategi penyelesaian guna
menghasilkan solusi yang efektif, efisien, dan optimal. CT sendiri terbangun
atas empat fondasi utama yakni dekomposisi yang merupakan penguraian
persoalan, pengenalan pola, abstraksi yang merupakan proses eliminasi, serta
algoritma atau rancangan penyelesaian. Adapun beberapa topik yang dibahas
pada perkuliahan ini diantaranya ialah integrasi ke dalam proyek STEM dan
mata pelajaran. Kedua topik ini memberikan pengalaman yang palung bermakna
bagi penulis, oleh sebab darisini penulis mendapatkan gambaran yang nyata
terkait bagaimana mengintegrasikan CT ke dalam pembelajaran di dalam kelas
sehingga selama proses pembelajaran, peserta didik tidak hanya belajar tetang
materi ajar tetapi pula belajar untuk melatih kemapuan berpikir mereka dalam
menyelesaikan masalah |
|
Desain
invensi atau inovasi |
Desain inovasi yang dibuat
berdasarkan pengalaman paling bermakan yang dipilih penulis ialah “STEM WEEK”
yakni pekan pembelajaran berbasis STEM. Desain ini akan berisikan lesson
plan dan LKPD berbasis STEM yang aktivitas-aktivitas pembelajarannya
dilakukan dengan mengintegrasikan komponen-komponen computational thingking dan metode pembelajaran Project Based Learning atau PjBL. Sebagaimana karakteristik sintak
model pembelajaran PjBL, desain ini berisikan aktivitas pembelajaran peserta
melalui proyek dengan pendekatan STEM atau Science Tecnology Enggenering, dan Mathematics, yang
kegiatan-kegiatannya dimulai dari proses orientasi masalah, mendesaian
proyek, menyepakati jadwal, monitoring, hingga pengujian hasil proyek. Aktivitas-aktivitas
ini selanjutnya diintegrasikan dengan komponen-komponen computational thingking pada proyek STEM yang termuat di dalam
Lembar Kerja Peserta Didik atau LKPD. Ide “STEM WEEK” hadir oleh karena
kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada satu pertemuan akan tetapi akan
dilakukan pada 3-4 pertemuan selain itu kegiatan pada desain ini ialaha
pembuatan proyek roket air yang dimana akan mengintegrasikan hamper seluruh
bab materi materi pembelajarak kelas XI semester 1, sehingga desain ini
dirancang untuk dilakukan pada akhir akhir semester sebagai proyek atau
pembelajaran akhir semester peserta didik. Desain ini terbilang sebuah inovasi
oleh sebab langkah kegiatannya yang mengintegrasikan komponen-komponen
computational thingking meskipun mungkin proyek roket air ini telah dibuat
sebelumnya akan tetapi pengintegrasian CT kegalam aktivitas kegiatannya
terbilang suatu hal yang baru di dalam dunia pendidikan dan pembelajaran
kita. Di akhir daripada proyek ini juga peserta didik akan diarahkan untuk
mengikuti lomba roket air antar kelompok yang desainnya akan mengintegtasikan
komponen-komponen dasar CT untuk dapat diuraikan oleh peserta didik sekaligus
sebagaimana bagian pengukuran terhadap penguasaan konsep CT peserta didik. Selain itu, pengimplementasian
proyek STEM selama ini masih menjadi tantangan tersendiri bagi guru di
sekolah karena pelaksanaannya yang memakan waktu, sedang kenyataan di sekolah
yang ada saat ini guru lebih berfokus untuk menyelesaikan materi ajar karena tuntutan kurikulum, ketimbang
melakukan inovasi-inovasi seperti proyek STEM ini. Dengan beralihnya
kurikulum menuju kurikulum merdeka yang lebih menekankan pada pengajaran
materi-materi esensial, diharapkan Desain proyek STEM ini dapat diterapkan di
dalam kelas guna meningkatkan pemahaman konsep, kebahagian, serta bekal
peserta didik menghadapi tantangan zaman kedepannya. Sekali dayung dua-tiga
pulau terlampaui. |
|
Rencana tindak lanjut |
Desain inovasi ini akan
diimplementasikan di dalam kelas pada mata pelajaran fisika khususnya pada
satu minggu di akhir semester sekaligus menjadi proyek akhir kelas XI
semester 1. Adapun mengenai jadwal pelaksanaan menyesuaikan dengan jadwal
pada satuan pendidikan tempat dimana desain ini akan diimplenetasikan. Jika kegiatan mengajar mahasiswa
masih terintegrasi dengan sistem pamong, maka terlebih dahulu desain ini akan
di diskusikan dengan guru pamong di sekolah tempat dimana mahasiswa melakukan
kegiatan pengajaran. |
LAPORAN STUDI KASUS PPG PRAJABATAN
“Pelaksanaan
Penilaian yang Terhambat Waktu dan Motivasi Peserta Didik”
A.
Deskripsi Studi Kasus
Pada perencanaan pembelajaran salah satu kesulitan
yang saya hadapi yaitu menentukan penggunaan teknik penilaian, karena pada
pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya teknik yang digunakan kurang tepat
sehingga sulit untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah
dilaksanakan dan sulit mengetahui peningkatan kemampuan peserta didik dalam
proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan proses pembelajaran
yang telah dilakukan, alokasi waktu tidak berjalan sebagaimana yang telah
direncanakan karena berbagai faktor yang terjadi pada saat proses pembelajaran.
Pemilihan penggunaan teknik penilaian ini juga penting untuk mengetahui apakah
materi yang diajarkan sudah peserta didik pahami atau belum, sehingga untuk
pembelajaran selanjutnya dapat mempertimbangkan metode, media dan teknik
penilaian yang akan digunakan.
B. Analisis
Situasi
Penilaian
merupakan salah satu komponen inti dalam merancang pembelajaran karena
fungsinya ialah untuk melihat sejauh manakah keberhasilan rancangan itu sendiri
pada pelaksanaannya didalam kelas terlebih khusus pencapaian tujuan
pembelajaran yang dirumuskan. Berdasarkan kepentingan ini maka dalam melakukan
penilaian saya cendurung menggunakan teknik penilaian berupa penilian diri dan
penugasan dalam bentuk soal-soal uraian. Akan tetapi berdasarkan hasil
observasi pada pengimplementasian rancangan pembelajaran di dalam kelas. Teknik
penilaian yang saya rancangan sebelumnya sering terhambat alokasi waktu
sehingga peserta didik cenderung mengerjakan soal dengan seadanya dan
tergesa-gesa. Hal ini juga menjadi salah satu isu yang diangkat pada saat
proses refleksi yang melibatkan guru pamong dan teman sejawat yang berperan
sebagai pengamat pada saat pelaksanaan pembelajaran. Selain alokasi waktu yang
menjadi permasalah pada pelaksanaan penilaian, indikator lain yang menjadi
hasil dari refleksi bersama ini terkait dengan penggunaan teknik penilaian ini ialah
terkait dengan motivasi peserta didik dalam mengerjakan soal pada saat proses
penilaian ini sendiri, yang hasil diskusi bersama memberikan pernyataan bahwa
hal ini hadir oleh sebab peserta didik telah melakukan semua rangkaian
pembelajaran dari awal hingga akhir secara mandiri, sehingga ketika masuk pada
kegiatan pengerjaan tugas, motivasi mereka cendurung rendah karena menilai
bahwa kegiatan pembelajaran yang telah mereka lakukan sudah termasuk penugasan
itu sendiri.
C.
Alternatif
Solusi
Sebagaimana
dikatakan sebelumnya bahwa penilaian merupakan salah satu bagian inti dalam
merancang pembelajaran serta pelaksanaannya di dalam kelas yang hasil akan
digunakan sebagai bahan untuk melakukan evaluasi baik pada perancangan maupun
pelaksanaan sehingga kesegeraan untuk mencari alternatif solusi terhadap
permasalah pada aspek tersebut merupakan sebuah keharusan. Hasil refleksi
pembelajaran terkait dengan penggunan teknik penilaian yang memakan banyak
waktu serta motivasi yang rendah dari peserta didik untuk mengerjakan tugas
bentuk soal yang diberikan kemudian mengarahkan penulis untuk menggunakan
teknik penilaian lainnnya yang dapat menjadi alternatif solusi terhadap masalah
yang dihadapi dan teknik penilaian yang dimaksud adalah penilaian yang memanfaatkan
teknologi lebih khususnya menggunakan aplikasi atau platform quizizz. Pengggunan aplikasi ini didasari fungsi
daripada quizizz itu sendiri yang dapat mengerjakan soal secara online dan
bersama-sama. Selain itu waktu pengerjaan setiap soal juga dapat diatur
sehingga dapat menjadi solusi terhadap permasalah waktu pada pelaksanaan
pembelajaran sebelumnya. Aplikasi quizizz ini juga dapat melihat secara langsun
hasil jawaban peserta didik dengan berbantuan alat proyektor. Hal inilah
kemudian dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam
mengerjakan soal sebab peserta didik akan lebih merasa dengan menyelesaikan
games atau permainan ketimbang terbebani akan penyelesaian soal apalagi ketira
rancangan pembelajaran yang dibuat akan dilaksanakan pada jam-jam akhir
pembelajaran di sekolah yang pada kenyataannya menjadi salah satu faktor
mengemuka terhadap penurunan motivasi peserta didik dalam mengikuti proses
pembelajaran. Pemilihan aplikasi quizizz ini juga merupakan salah satu bentuk pengetahuan
dari hasil yang saya peroleh dalam mengikuti perkuliahan PPG Prajabatan
khususnya pada kuliah teknologi pada pembelajaran, kemudian pengetahuan awal
tersebut menjadi pijakan bagi saya untuk mengskplore lebih jauh terkait dengan
fitur-fitur yang dapat dimanfaaatkan dari aplikasi ini untuk merancang
penilaian pada proses pembelajaran.
D.
Evaluasi
Pemanfaatan
teknologi sebagai alternatif solusi terhadap masalah yang saya hadapi terkait
dengan teknik penilaian dengan menggunakan aplikasi quizizz pada pelaksanaannya
memberikan dampak yang posistif. Penggunaan aplikasi quizizz pada saat proses
penilaian mampu untuk memangkas waktu pengerjaan soal-soal uraian sebagaimana
pada rancangan pembelajaran saya sebelumnya. Selain itu yang paling berpengaruh
adalah motivasi peserta didik dalam menyelesaikan soal, dimana peserta didik
menjadi lebih aktif, dan bersemangat serta lebih serius dalam pengerjaannya.
Hal ini dikarenakan hasil mereka yang dapat dilihat bersama pada layar juga
model pegerjaaannya yang menyeruapi games atau permaian yang sangat lekat
dengan karakteristik peserta didik pada era teknologi dewasa ini.
Monday, October 23, 2023
COMPUTATIONAL THINGKING; LEMBAR KERJA MAHASISWA 2.3.2
LEMBAR KERJA MAHASISWA
Nama : Nur Ainun
Fadhilah Idris
Rumpun Ilmu : MIPA
Mata Kuliah : Computational
Thingking
1.
Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan
contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh
tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa
menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang
tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!
|
Contoh sederhana banyak yang dapat kita temui di kehidupan
sehari-hari dalam hal memasak, mencuci, mengerjakan tugas dan masih banyak
contoh dalam kehidupan sehari-hari tanpa menggunakan komputer, TIK dan robot.
Contoh berpikir komputasional dengan cara dekomposisi misalnya adalah ketika
negara hendak menyelesaikan masalah ekonomi, maka membuat rencana atau solusi
jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Contoh berpikir komputasional dengan metode pengenalan
pola ini misalnya, seorang ibu belajar memahami kapan, pada jam berapa, atau
saat dalam kondisi apa anaknya akan rewel. Berdasarkan pengalaman
pada waktu-waktu sebelumnya, ibu tersebut akhirnya mengetahui waktu atau
kondisi yang membuat anaknya menjadi rewel.Dari sana, sang ibu tersebut
akhirnya menemukan cara agar si anak tidak lagi rewel. Contoh berpikir komputasional dengan metode abstraksi adalah ketika seseorang ingin membuat sebuah
kursi dari kayu. Kemudian ia mengambil beberapa batang kayu yang cocok
dijadikan bahan kursi dari tumpukan berbagai jenis dan bentuk kayu. Contoh berpikir komputasional dengan metide algoritma adalah
ketika kita hendak mengirim pesan singkat atau chat melalui WhatsApp pada
seseorang. Kita memahami bahwa langkah-langkahnya adalah membuka
aplikasi WA, mencari letak percakapan dengan orang tersebut, kemudian
mengetik pesan yang ingin kita sampaikan, lalu mengirimnya. |
2.
Tuliskan dan jelaskan minimal satu
contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari!
Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.
|
Mencuci pakaian
|
COMPUTATIONAL THINGKING ; KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
1. Hubungan
daripada computational thinking dengan kehidupan sehari-hari penulis dapat
dicontohkan seperti pada saat penulis bermain playstation khususnya pada saat memainkan game sepak bola bersama
teman. Untuk dapat mencetak gol, menjaga kebobolan dan memenangkan permainana,
penulis tentu melalukan strategi-stretagi yang diperlukan untuk mencapai hal
tersebut. Strategi-strategi ini diperoleh daripada pengenalan pola permainan
yang dilakukan penulis terhadap lawan hingga kemudian menemukan langkah yang paling
tepat untuk dapat mencapai tujuan yakni memenangkan permainan. Langkah-langkah
peroleha strategi ini menurut hemat penulis merupakan bagian dariapda
pragmatiksasi computational thinking. Terdapat
beberapa juga contoh-contoh lain daripada hubungan CT dengan kehidupan
sehari-hari penulis seperti dengan pengimplementasian CT penulis mampu untuk
dapat menyelesaikan pekerjaan yang sama dalam waktu yang kuranglebih bersamaan.
Seperti misalkan penulis disuatu hari akan mengikuti latihan sepak bola namun
dihari yang sama penulis diminta oleh orang tua untuk membantu pekerjaan di
kebun. Implementasi CT disini penulis lakukan dengan menganalisis keadaan,
seperti pukul berapa latihan sepak bola akan dimulai, dana pa saja pekerjaan di
kebun yang harus diselesaikan. Kemudian menyusun rencana agar kedua pekerjaan
tersebut dapat terselesaikan semuanya.
2. Tentu!
CT dapat diterapkan pada segala bidang termasuk pada mata pelajaran yang akan
diajarkan disekolah, apalagi menurut penulis pada bidang fisika penerapan CT
sangat diperlukan baik oleh guru dan terlebih khsusus peserta didik. Seperti
misalnya guna menyelesaikan suatu masalah yang disajikan oleh guru dengan
menggunakan model PBL. Peserta didik perlu menerapkan CT agar dapat
menyelesaikan masalah tersebut dengan tepat sehingga dapat menghasilakn solusi
yang terbaik. Penerapaan CT dalam masalah-masalah fisika seperti dengan
mengidentifikasi unsur-unsur yang menyebakan permasalah, mengidentifikasi
variabel-variabel yang tersedia, serta apa yang menjadi masalah kemudian
menyususn sebuah langkah strategis untuk dapat menyelesaikan masalah
berdasarkan pengetahuan-pengetahuan yang diperoleh sebelumnya terkait
penyelesaiaan soal/masalah pada sebuah topik pembahasan.
COMPUTATIONAL THINGKING; KONEKSI ANTAR MATERI DAN AKSI NYATA TOPIK 2
Capaian Pembelajaran Computational
Thinking fase F:
Pada akhir fase F, peserta didik mampu
menganalisis beberapa strategi algoritmik secara kritis dalam menghasilkan
banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dengan memberikan justifikasi efisiensi,
kelebihan, dan keterbatasan dari semua alternatif solusi, kemudian memilih dan
menerapkan solusi terbaik, paling efisien, dan optimal dengan merancang
struktur data yang lebih kompleks dan abstrak.
Capaian Pembelajaran Biologi fase F:
Pada akhir fase F,
peserta didik memiliki kemampuan mendeskripsikan bioproses yang terjadi dalam
sel, dan menganalisis keterkaitan struktur organ pada sistem organ dengan
fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tersebut.
Selanjutnya peserta didik memiliki kemampuan menerapkan konsep pewarisan sifat,
pertumbuhan dan perkembangan dalam kehidupan sehari-hari dan mengevaluasi
gagasan baru mengenai evolusi. Konsep-kosep yang dipelajari diterapkan untuk
memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan keterampilan proses
secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk mengatasipermasalah
tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap ilmiah dan profil
pelajar pancasila.
Konektivitas:
Dari
dua narasi CP CT dan mata pelajaran fisika fase F diatas dapat ditarik satu
kesimpulan bahwa konektivitas antar kedua CP tersebut adalah pada proses
pemecahan masalah. Sebagaimana yang ada pada CP Biologi bahwa pada materi
kelainan dan gaungguan dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pada sistem
organ manusia, dijelaskan juga pada konsep-konsep yang dipelajari
diterapkan untuk memecahkan masalah kehidupan yang diselesaikan dengan
keterampilan proses secara mandiri hingga menciptakan ide atau produk untuk
mengatasipermasalah tersebut. Melalui keterampilan proses juga dibangun sikap
ilmiah dan profil pelajar Pancasila, disinilah CP CT dapat
diintegrasikan dimana dalam proses pemecahan masalah, peserta didik dapat
menggunakan atau mampu mencapai CP CT yang sebagaimana tertulis diatas.
1.
Bagaimana perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam
pertemuan kuliah ini?
Dengan menelaah CP CT terutama pada fase kelas
yang saya ampuh, saya merasa tertantang untuk dapat menintegrasikan CT ini
sendiri di dalam pembelajaran dan dalam menyusun perangkat nantinya
2. Tuliskan
pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan ini.
Pengetahuan-pengetahun baru yang penulis dapakan
melalui pembahasan topik ini adalah CT bukan hanya dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari melainkan CT juga dapat di implementasikan dalam pembelajaran dan
CT telah di tuangkan di dalam CP pada setiap fase
EKSPLORASI KONSEP TOPIK 4 COMPUTATIONAL THINGKING
Lembar Kerja Mahasiswa
|
Nama |
Muhammad
Adhan Pangumpia |
|
NIM |
1206123004 |
|
Judul
Proyek STEAM yang Dipilih |
Roket
Air |
|
Sumber |
Maulana.
(2020). Penerapan Model Projek Besad Learning Berbasis STEm pada Pembelajaran
Fisika Siapkan Kemandirian Belajar Peserta Didik. Jurnal Teknodik. 24 (1). hal 37-48. Sumber:
https://jurnalteknodik.kemdikbud.go.id/index.php/jurnalteknodik/article/view/678 |
|
Deskripsi
Singkat tentang Proyek STEM yang Dipiih |
Pada
proyek ini peserta didik diminta untuk merancang sebuah roket air dengan
menerapkan konsep fisika terkait dengan momentum, implus, hukum kekakalan
momentum, serta fluida dinamis. Dalam peluncuran roket peserta didik juga
diharapkan mampu untuk menerapkan konsep gerak parabola untuk melihat
jangkauan daripada roket baik secaa vertical maupun horizontal. Poyek
ini juga pernah penulis buat bersama teman kelompok pada saat duduk dibangku
perkuliahan S1 di perguruan tinggi dahulu. |
EKSPLORASI KONSEP TOPIK 3 COMPUTATIONAL THINGKING
SEL.09.2-T3-8c
Eksplorasi Konsep dan Ruang Kolaborasi
Nur Ainun
Fadhilah Idris/ MIPA
3.1 The purpose of each
of these letters is to
A. explain what graffiti is.
B. present an opinion about graffiti.
C. demonstrate the popularity of graffiti.
D. tell people how much is spent removing
graffiti.
|
Nama/NIM : Nur
Ainun Fadhilah Idris Jenjang/mata
pelajaran yang diampu: SMA/Biologi Kode soal:
Reading Judul soal:
Grifiti |
||
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskan solusi
untuk soal ini ! |
B |
|
2. |
Tuliskan Langkah-langkah
berpikir anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini ! |
1.
Membaca teks dengan seksama 2.
Membaca soal 3.
Oleh sebab disoal untuk mencari tujuan daripada
masing-masing surat maka fokus penyelesaian masalah adalah untuk mencari
tujuan dari surat tersebut. 4.
Mencermati pilihan yang tersedia 5.
Mendapatkan jawaban yang tepat |
|
3. |
Identifikasi 4
fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini ! |
Dekomposisi: Mencermati soal,
apa yang mesti diselesaikan Pengenalan Pola: Berdasarkan
pengalaman saya untuk menyelesaikan soal teks secara efektif maka setelah
mencermati soal langkah yang mesti dilakukan selanjutnya ialah mencermati
pilihan jawaban langkah ini menurut saya efisien daripada membaca teks
kembali. Abstaksi: Mengeliminasi
maksud yang lain daripada teks dan berfokus pada tujuan daripada isi
teks. Algoritma: Membaca teks,
mencermati soal, mencermati pilihan jawaban, memilih jawaban yang tepat. |
Pertanyaan
3.2
Why does
Sophia refer to advertising?
|
Nama/NIM : Nur
Ainun Fadhilah Idris Jenjang/mata
pelajaran yang diampu: SMA/Biologi Kode soal:
Reading Judul soal:
Grifiti |
||
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskan solusi
untuk soal ini ! |
Oleh sebab
graffiti dan iklan sama-sama merupakan karya seni |
|
2. |
Tuliskan
Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini ! |
1.
Membaca soal 2.
Membaca teks 3.
Oleh sebab disoal untuk mencari alasan dari Sophia
menyertakan iklan, maka fokus pembecaan teks hanya pada surat sophia untuk
meninimalisir waktu 4.
Menuliskan jawaban |
|
3. |
Identifikasi 4
fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini ! |
Dekomposisi: Mencermati soal,
apa yang mesti diselesaikan Pengenalan Pola: Berdasarkan
pengalaman saya untuk menyelesaikan soal teks yang berbentuk essai maka
diperluka pembacaan kembali isi teks untuk menemukan gambaran jawaban dari
soal Abstaksi: Mengeliminasi
maksud yang lain daripada teks dan berfokus pada substansi pertanyaan Algoritma: mencermati soal,
membaca teks, menuliskan jawaban |
Pertanyaan 7.1
What is the approximate distance from the starting
line to the beginning of the longest straight section of the track?
A. 0,5
km
B. 1,5
km
C. 2,3
km
D. 2,6
km
Mathematics
|
Nama/NIM : Nur
Ainun Fadhilah Idris Jenjang/mata
pelajaran yang diampu: SMA/Biologi Kode soal: Mathematics Judul soal:
Speed of Racing Car |
||
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskan solusi
untuk soal ini ! |
B |
|
2. |
Tuliskan
Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini ! |
1.
Membaca soal 2.
Menganalisis grafik 3.
Oleh sebab disoal yang diminta adalah jarak dari
garis start hingga bagian awal dari garis lurus terpanjang, maka fokus
analisis grafik hanya difokuskan pada hal tersebut 4.
Memilih jawaban yang tepat |
|
3. |
Identifikasi 4
fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini ! |
Dekomposisi: Mencermati soal,
apa yang mesti diselesaikan Pengenalan Pola: Berdasarkan
pengalaman saya bahwa untuk menyelesaikan soal grafik dengan pertanyaan
bentuk objektif maka yang perlu dilakukan ialah mencermati soal terlebih
dahulu hal ini agar proses analisis grafik akan lebih terarah dan efisien. Abstaksi: Oleh karena
setelah membaca soal saya dapat menganalisis grafik dengan terarah maka
grafik untuk sementara saya abaikan dan berfokus mencermati soal Algoritma: Mencermati soal,
menganalisis grafik, menentukan jawaban yang tepat. |
Pertanyaan 7.2
Where was the lowest speed recorded during the second
lap?
A. at the starting line.
B. at about 0.8 km.
C. at about 1.3 km.
D. halfway around the track.
|
Nama/NIM : Nur
Ainun Fadhilah Idris Jenjang/mata
pelajaran yang diampu: SMA/Biologi Kode soal:
Mathematics Judul soal:
Speed of Racing Car |
||
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskan solusi
untuk soal ini ! |
C |
|
2. |
Tuliskan
Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini ! |
1.
Membaca soal 2.
Menganalisis grafik 3.
Oleh sebab disoal yang diminta adalah jarak dari
garis start hingga bagian awal dari garis lurus terpanjang, maka fokus
analisis grafik hanya difokuskan pada hal tersebut 4.
Memilih jawaban yang tepat |
|
3. |
Identifikasi 4
fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini ! |
Dekomposisi: Mencermati soal,
apa yang mesti diselesaikan Pengenalan Pola: Berdasarkan
pengalaman saya bahwa untuk menyelesaikan soal grafik dengan pertanyaan
bentuk objektif maka yang perlu dilakukan ialah mencermati soal terlebih
dahulu hal ini agar proses analisis grafik akan lebih terarah dan efisien. Abstaksi: Oleh karena
setelah membaca soal saya dapat menganalisis grafik dengan terarah maka
grafik untuk sementara saya abaikan dan berfokus mencermati soal Algoritma: Mencermati soal,
menganalisis grafik, menentukan jawaban yang tepat. |

Pertanyaan 20.1
What is the role of bacteria in dental caries?
A. Bacteria produce enamel.
B. Bacteria produce sugar.
C. Bacteria produce minerals.
D. Bacteria produce acid
Science
|
Nama/NIM : Nur
Ainun Fadhilah Idris Jenjang/mata
pelajaran yang diampu: SMA/Biologi Kode soal:
Science Judul soal:
Tooth Decay |
||
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Tuliskan solusi
untuk soal ini ! |
D |
|
2. |
Tuliskan
Langkah-langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari permasalahan ini ! |
1.
Membaca soal 2.
Membaca pilihan jawaban 3.
Menganalisis gambar dan teks 4.
Oleh sebab disoal yang diminta adalah peran bakteri
fokus analisi gambar dan teks adalah pada peran bakteri tersebut 5.
Memilih jawaban yang tepat |
|
3. |
Identifikasi 4
fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelesaikan masalah ini ! |
Dekomposisi: Mencermati soal,
apa yang mesti diselesaikan Pengenalan Pola: Berdasarkan
pengalaman saya bahwa untuk menyelesaikan soal gambar dan teks dengan
pertanyaan bentuk objektif dengan pilihan jawaban bentuk narasi maka yang
perlu dilakukan ialah mencermati soal dan pilihan jawaban terlebih dahulu hal
ini agar proses analisis gambar dan teks akan lebih terarah dan efisien. Abstaksi: Oleh karena
setelah membaca soal saya dapat menganalisis gambar dan teks dengan terarah
maka gambar dan teks untuk sementara saya abaikan dan berfokus mencermati
soal dan pilihan jawaban Algoritma: Mencermati soal
dan pilihan jawaban, menganalisis gambar dan teks, menentukan jawaban yang
tepat. |
-
Majas perbandingan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Majas perbandingan Alegori : Menyatakan dengan cara lain, melalui ki...
-
DOWLOAD LKPD LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PETUNJUK PENGERJAAN LKPD 1. Berd oa lah sebelum mengerjakan LK PD 2. Memb...
-
K.D 3.2 Membandingkan teks eksplorasi kompleks cerpen CerpenJuru Masak Unsur intrinsik a) Tema : keahlian ...



